Fri. Feb 28th, 2020

Elkosongsiji Media

Welcome to Elkosongsijimedia

Aliansi Suporter Mojokerto Tuntut Kejelasan Nasib PS Mojokerto Putra

ungkapan keresahan terhadap manajemen PS Mojokerto Putra yang dinilai tak pernah mengupayakan kejelasan status hukuman

Aliansi Suporter Mojokerto saat unjuk rasa di depan Kantor KONI Kabupaten Mojokerto

Elkosongsiji.com – Puluhan suporter PS Mojokerto Putra yang tergabung dalam Aliansi Suporter Mojokerto melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor KONI Kabupaten Mojokerto di Jalan Jayanegara, Puri, Mojokerto pada Senin (28/10/19).

Aksi tersebut menuntut ketua umum PS Mojokerto Putra Firman Efendi untuk kejelasan nasib tim PS Mojokerto Putra. Di dalam demonya tersebut, mereka membawa sejumlah sepanduk bertuliskan ungkapan keresahan terhadap manajemen PS Mojokerto Putra yang dinilai tak pernah mengupayakan kejelasan status hukuman tim berjuluk the Lasmojo sejak memdapat sanksi dari Komite Disipilin (Komdis) PSSI dalam perkara pengaturan sekor pada liga 2 musim 2018 kemarin.

Kordinator aksi Imam Leak mengatakan, hampir menginjak tiga tahun lamanya, PS Mojokerto Putra tak berlaga di kancah olahraga akibat sanksi Komite Disipilin (Komdis) PSSI.

“Kita disini mempertanyakan sejauh mana pembelaan manajemen atas sangsi bagi PS Mojokerto Putra. Sebab hampir tiga tahun lamanya menegemen tak melakukan apa apa terkait nasib PS Mojokerto Putra,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Suporter juga mendesak agar Ketua Umum PSMP, Firman Efendi agar mundur dari jabatannya.

” Kita juga mendukung satgas Anti mafia bola menyeret Firman Efendi, kalau memang terlibat dalam pengaturan skor. Karena kita dari suporter mengangap manajemen PS Mojokerto Putra sangat bobrok, kalau bisa di bubarkan saja,” lanjutnya.

Seperti diketahui sebelumnya, Komite disiplin (komdis) PSSI menjatuhi sanksi larangan tampil di Liga 2 tahun 2019 untuk PS Mojokerto Putra karena terlibat match fixing. Berdasarkan surat salinan keputusan Komisi Disiplin PSSI Liga 2 nomor 106/L2/SK/KD-PSSI/XII/2018 terkait tingkah laku buruk tim PS Mojokerto Putra.

Akibat hukuman tersebut, salah satu pemain PS Mojokerto Putra Krisna Adi Darma Tama juga mendapatkan hukuman larangan beraktivitas dalam kegiatan sepak bola di lingkungan PSSI seumur hidup.

Dalam hasil investigasi Komdis PSSI, PS Mojokerto Putra terbukti melakukan pengaturan skor sebanyak empat laga. Rinciannya, pada dua laga kontra Kalteng Putra pada 3 dan 9 November 2019, laga melawan Gresik United pada 29 September, dan lawan Aceh United pada 29 September.

Pada pertandingan terakhir melawan Aceh United, pemain PS Mojokerto Putra Krisna Adi Darma Tama dinilai Komdis PSSI sengaja tidak mencetak gol pada tendangan penalti yang dieksekusinya sehingga melenceng jauh dari jala gawang Aceh United. [and]

Penulis Andi Yuniarto