Sun. Feb 23rd, 2020

Elkosongsiji Media

Welcome to Elkosongsijimedia

Sebelum wasit meniup peluit panjang tetap fokus dan tidak boleh lengah

Desi Hari Subekti saat mengambil tendangan pinalti. Foto Wahyu Agus/Elkosongsiji

Elkosongsiji.com – Srikandi Mojopahit FC harus kebobolan di menit akhir dalam pertandingan semifinal Piala Pertiwi 2019 di Stadion Brantas, Kota Batu Kamis (16/01). Gol Putri Kota Kediri di menit 80 membuyarkan mimpi Srikandi Mojopahit FC melaju ke babak grand final.

Ditemui crew Elkosongsiji.com usai pertandingan, Desi Hari Subekti  yang menjadi kapten di pertengahan babak kedua usai kapten utama Srikandi Mojopahit FC Ranita Suhendi ditarik keluar pada menit 57 karena cidera, ia mengungkapkan bahwa jangan lengah lagi di menit akhir.

“Kita harus lebih fokus lagi, soalnya wasit belum meniup peluit panjang berati harus tetap fokus dan jangan sampai lengah supaya tidak terjadi kebobolan di menit akhir,” ungkapnya.

Secara permainan, Srikandi Mojopahit FC sudah mulai ada peningkatan di setiap pertandingan. Di babak kedua bisa menjaga kekompakan tim dan menjaga pertahanan sendiri. Sehingga Putri Kota Kediri kesulitan membongkar lini pertahanan Srikandi Mojopahit FC.

Masih kata Desi, mengenai gol di penghujung pertandingan tadi mungkin pemain terlalu capek dan tidak fokus sama instruksi pelatih. Pemain Srikandi Mojopahit FC bermain sesuka hatinya dan tidak menghiraukan pelatih sehingga harus melakukan kesalahan sendiri.

“Sebenarnya mas Agus (pelatih) menyuruh pertahanan sejajar di setengah garis lapangan.
Tetapi tadi terlalu naik. Sehingga kesalahan di kita sendiri,” lanjutnya.

Harapan wakil kapten Srikandi Mojopahit FC di perebutan juara ketiga agar kembali semangat dan kembali termotivasi untuk melupakan pertandingan tadi. Satu tim harus tetap fokus meski dalam kondisi lelah. Sebelum wasit meniup peluit panjang tetap fokus dan tidak boleh lengah dan berpesan jangan mengambil kesalahan yang sama seperti pertandingan menghadapi Putri Kota Kediri tadi. [and]

Penulis Andi Yuniarto