Sun. Feb 23rd, 2020

Elkosongsiji Media

Welcome to Elkosongsijimedia

jangan dikendori lagi latihannya. Sebenarnya potensi pemain dari Mojokerto fisik bagus tinggal mengembangkan teknik.

Nidya Dwi Erlinda Aprilia Windayani (18) usai menendang pinalti. Foto Wahyu Agus/Elkosongsiji

Elkosongsiji.com – Gelandang Srikandi Mojopahit FC, Nidya Dwi Erlinda Aprilia Windayani menyesali kekalahan timnya, karena timnya harus kebobolan di menit akhir pertandingan babak kedua dan kurang beruntung di babak drama adu tendangan pinalti di babak semifinal Piala Pertiwi 2019, (16/01).

“Kekalahan menyakitkan di menit akhir tentunya menyesal dan kayaknya menyalahkan diri sendiri,” ungkapnya.

Dengan gagalnya Winda menendang pinalti tentunya menjadi pengalaman sangat berharga meski gagal menendang pinalti dan harus tetap semangat, karena Srikandi Mojopahit FC masih berpeluang untuk memperebutkan juara ketiga Piala Pertiwi 2019 menghadapi Persikoba Putri karena kegagalan hari ini bukanlah akhir segalanya.

Masih kata cewek asal Lamongan tersebut, bermain di Srikandi Mojopahit FC merasa nyaman, senang dapat rumah baru. Di sini bukan sekedar sepakbola, kita juga sudah seperti keluarga,” tambahnya.

Winda menanggapi tim Srikandi Mojopahit FC harus semangat karena diayomi banget dari manajemen dan diperhatikan jadi ia senang meski jarak rumah dari Lamongan ke Mojokerto ditempuh sekitar 2 jam perjalanan.

“Merasa dihargai, jadi harus menghargai balik,” lanjutnya.

Harapan Winda selesai Piala Pertiwi ini, jangan dikendori lagi latihannya. Sebenarnya potensi pemain dari Mojokerto fisik bagus tinggal mengembangkan teknik. Kalau dipupuk terus bakal bisa. Mungkin semangat perlu di tambah lagi.

Mengenai karir untuk masa depannya, sepertinya tahun ini Winda masih belum berani untuk ikut liga, karena merasa dirinya belum mampu dan masih punya tanggungan renang di kuliah di semester depan. [and]

Penulis Andi Yuniarto