Lawan Perseru Serui, Rheza MP Lempar Handuk

by admin
0 comment
Rheza MP dipastikan lempar handuk kepada Perseru Serui Papua. Pasalnya, hingga H – 1 laga, manajemen Rheza MP tak memberangkatkan tim berjuluk The Lasmojo untuk bertanding di Serui dalam laga lanjutan kompetisi Divisi Utama babak 12 besar PT Liga Indonesia dengan alasan kesulitan tiket.
“Sejak kemarin sampai hari ini, kita masih mencari tiket penerbangan ke Biak namun tidak dapat. Jadi terpaksa tim tidak berangkat Serui, transportasi ke Serui tak semudah ke daerah lainnya karena untuk kesana aksesnya cukup sulit,” ungkap pelatih Rheza MP, Hartono, Jum’at (23/08/2013).

Belum lagi dari Jayapura ke Serui, lanjut mantan pemain Persebaya Surabaya ini, masih harus oper menggunakan pesawat kecil. Secara teknis, sejatinya RMP sudah bersiap menantang Perseru dengan membawa 14 pemain, Hartono sudah menyiapkan strategi bermain mengandalkan serangan balik melalui skema 4-1-4-1.
     

“Tadinya, Perserui bersedia menerima tawaran tanding di Jatim. Tawaran itu kita ajukan dengan sejumlah pertimbangan. Diantaranya agar tenaga pemain Perseru tidak terkuras diperjalanan. Sebab pada Senin kemarin, mereka juga melakoni laga tandang melawan Perseba Super di Lapangan AAL Surabaya,” katanya.
    

 Namun alasan utama penawaran itu, diakui Hartono karena tipisnya dana Rheza MP. Rheza MP tak bisa memperoleh pemasukan dari penjualan tiket pertandingan pada laga kandang melawan Persikabo Bogor, Senin (19/08/2013) kemarin. Seharusnya, laga digelar di Stadion Gajah Mada Mojosari terpaksa dialihkan ke Lapangan Arhanudse 8 Sidoarjo.
   

Hal tersebut karena pertimbangan rawan keamanan karena berbarengan dengan kampanye Pilgub. Lagapun akhirnya dihelat tanpa penonton sehingga pengeluaran manajemen Rheza MP membengkak sementara pemasukan tak ada sama sekali. Untuk menghemat biaya, Rheza MP pun menawari Perseru agar laga kandang mereka bisa dilaksanakan di Jatim.
    

“Meski digelar disini juga tak menguntungkan kita karena tanpa penonton, tapi akhirnya menolak tawaran itu. Mereka menilai laga tersebut merugikannya, selain kehilangan potensi pendapatan dari penjualan tiket, mereka juga tak bisa memuaskan para pendukungnya yang selalu menyesaki Stadion Marora,” jelasnya.
 

Karena tak bisa berangkat ke Serui, Hartono menjelaskan, tim akhirnya rugi dua kali. Pertama, rugi karena kehilangan kesempatan menambah poin meski sudah tak punya peluang masuk empat besar, seharusnya tetap menjunjung tinggi sikap fair play. Kedua yakni terkait peluang menambah jam terbang pemain.
 

“Walaupun peluang lolos sudah tak ada, namun bagi sejumlah pemain melakoni semua pertandingan yang tersisa tetaplah sangat penting karena mereka bisa mendapat tambahan jam terbang yang sangat berharga dari laga tersebut,” tegasnya. [S.A.P]
  

You may also like

Leave a Comment

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

%d blogger menyukai ini: