Nasib Rheza Mojokerto Putra Ditentukan Malam Ini

by admin
0 comment

Nasib Rheza Mojokerto Putra (RMP) musim depan akan ditentukan, Selasa (10/09/2013) malam ini. Pasalnya, manajemen yang mengelola Rheza MP musim ini dijadwalkan menemui Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasha selaku pemilik Rheza MP yang sebelumnya bernama PS Mojokerto Putra.
Asisten Manajer Rheza MP, Endro Ismiarso membenarkan kabar tersebut. “Malam ini, tim akan ketemu bupati untuk menyampaikan laporan sekaligus membahas kedepannya. Semua elemen tim kita ajak, mulai dari jajaran manejemen, pelatih, pemain, panitia pertandingan hingga perwakilan suporter,” ungkapnya, tadi pagi.

Dalam pertemuan nanti malam, masih kata Endro, ialah evaluasi laporan pengelolaan Rheza MP musim ini. Baik terkait manajerial maupun prestasinya karena manajemen memang hanya diberi mandat bupati untuk mengelola. Sehingga mereka harus melaporkan amanah yang diberikan kepada pemilik tim.

Masih kata Endro, dari sisi target prestasi Rheza MP musim ini sangat baik. Tim berjuluk The Lasmojo bisa mencapai target bupati yakni bertahan di Divisi Utama, bahkan mencapainya lebih dari itu karena bisa masuk babak 12 besar sebagaimana target yang diusung manajemen.

“Seratus persen pendanaan tim musim ini berasal dari manajemen, tidak ada yang dari Pemkab. Padahal sebagai pemilik, mestinya Pemkab dan bupati ikut memberikan suntikan dana. Dengan adanya larangan penggunaan APBD untuk tim profesional, mestinya bisa dengan cara lain. Misalnya dengan mengerahkan perusahaan yang ada di Mojokerto,” jelasnya.

Tapi nyatanya, dukungan dana dari perusahaan-perusahaan yang ada di kabupaten Mojokerto menurutnya juga nyaris tidak ada. Jikapun ada, lanjut Endro nilainya sedikit, hal ini tidak sebanding dengan banyaknya perusahaan yang ada di Mojokerto. Mestinya, bupati bisa menggerakkan perusahaan-perusahaan itu untuk ikut membantu RMP.

“Dukungan sarana dan prasarana dari Pemkab juga minim, misalnya untuk bus tim. Pernah dibantu bus untuk transportasi pemain tapi karena tidak layak, kita kembalikan. Mobil bantuan Pemkab yang tetap digunakan hanya satu yakni jenis bison. Kondisi mess sebenarnya sudah lumayan, cuma kurang nyaman ditempati,” urainya.

Hal yang juga terjadi di Stadion Gajah Mada Mojosari yang menjadi homebase laga kandang RMP. Seharusnya Pemkab Mojokerto bisa mendukung dengan menyediakan stadion yang layak tapi kamar gantinya kurang layak, pagar terlalu rendah sehingga banyak penonton liar masuk. Hal ini, sangat merugikan manajemen karena mengurangi pemasukan.

“Setiap laga penontonnya kelihatan banyak tapi pemasukan kecil karena penonton banyak yang masuk dengan memanjat karena pagarnya kurang tinggi, kita berharap kedepan ini dibenahi. Semua catatan itu nantinya akan disampaikan ke Bupati, juga soal kedepan kerjasama ini lanjut atau tidak, Pak Gede selaku komisaris utama juga datang,” tegasnya.

You may also like

Leave a Comment

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

%d blogger menyukai ini: