Jebret dan 5 Istilah Populer di Sepakbola Indonesia

by admin
0 comment

Selain kesuksesan timnas Indonesia U-19 meraih gelar juara Piala AFF U-19, banyak hal sejatinya yang mengiringi langkah gagah Garuda Jaya. Salah satunya datang dari layar televisi.

Bila kita memperhatikan dengan seksama, ada beberapa istilah yang mampu menarik kita untuk berkomentar. Dan pada gelaran AFF U-19 kali ini, kata ‘jebret’ tampaknya menjadi man of the match.

Selain kata ‘jebret’ masih ada istilah lain yang kerap dipopulerkan oleh penyiar olahraga, khususnya sepakbola. Berikut lima istilah yang dipopulerkan penyiar sepak bola di Indonesia.

1. Saudara – Saudara Di Tanah Air
Sambas Mangundikarta adalah penyiar TVRI yang mempopulerkan sebutan ‘saudara-saudara di Tanah Air’ saat membawakan acara pertandingan sepak bola di era 80-90an. Hampir setiap pertandingan, Sambas selalu mengumandangkan sebutan itu.

Selain sepak bola, Sambas juga kerap membawakan pertandingan badminton. Sama halnya dengan sepak bola, Sambas selalu menyapa pemirsa TVRI dengan kata-kata persatuan tersebut. Namun pada 30 Maret 1999, sebutan ‘saudara-saudara di Tanah Air’ menghilang bersama meninggalnya Sambas.

2. Ahay

Hadi Gunawan ini yang mempopulerkan istilah ‘Ahay’ saat menjadi presenter sepak bola. Hadi selalu menyebut kata itu saat tendangan pemain mengarah ke gawang lawannya.

Bahkan istilah ‘Ahay’ menjadi trending topik di jejaring sosial Twitter ketika Timnas Indonesia mengalahkan Filipina 2-0 pada pertandingan uji coba internasional di Stadion Manahan, Solo, Rabu (14/8).

3. Jebret

Valentino Simanjuntak, adalah host yang membawakan pertandingan final Indonesia versus Vietnam dan mempopulerkan kata ‘jebret’ setiap tendangan Evan Dimas cs mengarah ke gawang Vietnam yang dijaga Le van Truong. Pria asal Sumatera Utara ini mengaku kata ‘jebret’ mengalir secara spontan.

“Sebenarnya kata ‘jebret’ itu sudah saya sering ucapkan saat pertandingan Indonesia lawan Malaysia, tetapi saat gol saja. Pada saat final memang kata itu sering saya ucapkan setiap tendangan pemain Indonesia ke gawang Vietnam. Jujur itu spontanitas saja,” ujar pria yang akrab disapa Valen ini, Senin (23/9).

4. Berputar Putar Membawa Bola

Para awal tahun 90an, pendengar pasti akrab dengan istilah ‘berputar-putar membawa bola’ saat mendengarkan pertandingan sepak bola di Radio Republik Indonesia (RRI). Tanpa melihat wajahnya, pendengar pasti langsung mengetahui kata-kata yang akan diucapkan penyiar tersebut.

5. Jeger

Istilah ini pertama kali terdengar dalam kompetisi Indonesia Super League. Dan yang mempopulerkannya adalah almarhum Yopie Beda tiap kali ia menjadi presenter siaran sepakbola Indonesia Super League.

You may also like

Leave a Comment

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

%d blogger menyukai ini: