Sekjen PSSI Jabarkan Sejumlah Sanksi Dari AFC

by admin
0 comment

Dua pertandingan home tim nasional Indonesia senior di ajang lanjutan kualifikasi Piala Asia 2015, dipastikan berlangsung tanpa boleh disaksikan penonton. Laga tersebut, masing-masing yakni menghadapi China (15 Oktober) dan Irak (19 November) di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Joko Driyono, menjelaskan jika larangan tersebut sudah diputuskan Komisi Disiplin (Komdis) AFC. Indonesia, kata Joko, dinilai gagal menjadi tuan rumah pada pertandingan kualifikasi Piala AFC U-22 di Pekanbaru, 5-15 Juli lalu.

Sebab, pada pertandingan tersebut para suporter menyalakan flare dan ada sedikit kericuhan. Sehingga, AFC menjatuhkan sejumlah sanksi bagi Indonesia.

“Sanksinya juga berupa materi, yakni sebesar sekitar Rp500 juta. Sedangkan sanksi pertandingan dilarang disaksikan suporter, seharusnya jatuh pada laga lawan Arab Saudi. Namun, AFC sempat memberikan keringanan dan mengizinkan adanya penonton. Hal tersebut, menjadi peringatan untuk suporter. Sayangnya, mereka kembali berulah lagi dengan menyalakan kembang api dan mercon,” kata Joko.

“Akibat hal tersebut, AFC mengirimkan surat kepada PSSI di awal bulan September. Isinya berupa hukuman dua pertandingan timnas tanpa penonton dan denda materiil,” sambungnya.

Joko menambahkan, AFC masih memberikan keringanan kepada Timnas pada pertandingan melawan China. Sebab, masih memperbolehkan relasi-relasi PSSI untuk menyaksikan pertandingan.

“Hanya relasi dan tamu-tamu VVIP yang diperbolehkan AFC untuk menonton pertandingan. PSSI sedang melakukan negosiasi agar ada 10 ribu orang yang bisa menyaksikan laga itu,” tuntasnya.

You may also like

Leave a Comment

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

%d blogger menyukai ini: