Dewan : PSMP Tak Boleh Mati

by admin
0 comment

Mojokerto – Belum jelasnya nasib Tim Rheza MP pasca Komisaris Utama Rheza MP, Gede Widiade sebagai pengelola menyerahkan ke Pemkab Mojokerto membuat kalangan dewan setempat angkat bicara. Wakil rakyat ini, berharap tim kebanggaan masyarakat Kabupaten Mojokerto ini mati.

“Kita mengharapkan tim ini diteruskan, bisa kembali bermain di kompetisi musim depan karena pada kompetisi musim ini, MP sudah masuk 12 besar. Tentunya jika diteruskan ada mekanismenya,” ungkap anggota Komisi D DPRD Kabupaten Mojokerto, Mahfud Kurniawan, Kamis (03/10/2013) tadi pagi.

Masih kata mantan Ketua Panitia Penyelenggara (panpel) PS Mojokerto Putra ini, jika memang tim diteruskan untuk dikelola Pemkab Mojokerto maka harus memperhatikan beberapa hal. Diantaranya, harus menggunakan pemain seluruhnya berasal dari lokal. Ini dimaksudkan agar masalah anggaran untuk pemain bisa ditekan.

“Kedua, Pemkab Mojokerto harus membuat Perda CSR bagi pengusaha yang berinvestasi di Kabupaten Mojokerto. Hal ini dimungkinkan agar para pengusaha bisa back up sepak bola serta Pemkab Mojokerto harus segera melakukan memperbaikan stadion, tujuannya untuk memperkecil pos pengelola MP sendiri,” katanya.

Politisi dari Partai Kesejahteraan Sosial (PKS) ini menjelaskan, selain solusi dikelola oleh Pemkab Mojokerto, Mahfud juga menyarankan agar Rheza MP dikelola pihak ketiga lagi. Menurutnya, jika diperlukan bisa dilakukan melalui proses lelang dengan tujuan agar tim ada yang mengelola, bisa bermain di kompetisi musim depan dan tidak mati.

“Pihak ketiga memang diperlukan tapi melihat yang kemarin, respon Bupati tidak ada jadi tidak salah jika investor lari. Kalau Pemkab tidak mau mengelola, biar dikelola pihak ketiga saja, lelang saja atau kalau perlu Bupati Mojokerto uji nyali pegang MP sebagai manajer. Siapapun yang mengelola, MP tak boleh mati karena sudah menjadi icon Kabupaten Mojokerto,” tegasnya.

Pasca, Komisaris Utama Rheza MP, Gede Widiade sebagai pengelola menyerahkan Rheza MP ke Pemkab Mojokerto, hingga kini Bupati Mojokerto, Mustafa Kamal Pasa belum memastikan nasib tim. Signal kembali dikelola mantan CEO Persebaya Surabaya, Gede Widiade ada namun orang nomor satu di Kabupaten Mojokerto ini terkesan masih pikir-pikir.

Pasalnya, sebelum dikelola Gede Widiade pada kompetisi musim kemarin, antara pengelola dan Pemkab Mojokerto mempunyai kesepakatan. Yakni, tahun pertama semua anggaran ditanggung pihak pengelola, pada tahun kedua masing-masing 50 persen dan tahun ketiga, pengelola hanya 25 persen, sementara Pemkab Mojokerto sebesar 75 persen.

You may also like

Leave a Comment

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

%d blogger menyukai ini: