KLB PSSI Sudah Tidak Bisa Dibendung “KELOMPOK 85� ADALAH BINATANG AMUBA

by admin
0 comment


Jakarta (http://elkosongsijimedia.blogspot.co.id/) – Ketika, 3 Mei 2016 lalu, ujug-ujug para stakeholder pemilik suara berbondong-bondong ke kantor PSSI, dan kemudian membuat deklarasi sekaligus surat, agar segera dilakukan Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI, maka genderang untuk untuk mengganti pasukan La Nyalla Mattalitti, sudah tidak bisa dibendung lagi. Artinya, pengurus hasilKongres PSSI, 18 April 2015 lalu, tinggal menunggu detik-detik kocar-kacir, alias bubar.Ada beberapa analisis CN, yang menilai bahwa KLB PSSI wajib digelar, setelah tiga bulan dari 3 Mei 2016 sesuai aturan statuta PSSI dan aturan FIFA, atau paling cepat 6 (enam minggu) setelah surat para pemilik suara yang dijuluki “Kelompok 85â€� mengajukan surat KLB ke PSSI. Diperkirakan, pertengahan Juni 2016, PSSI wajib mengumumkan bahwa KLB akan digelar dari saat dijawab PSSI. Artinya, sekitar akhir Agustus 2016, KLB PSSI wajib digelar untuk memilih ketua umum PSSI dan jajaran EXCO-nya yang baru.Surat FIFA April lalu, ada beberapa item, di mana salah satunya adalah KLB PSSI. Dari surat yang ditujukan ke Sekretaris Negara RI (bukan ke PSSI, artinya FIFA tidak percaya lagi ke PSSI)) tersebut, dari pengamatan CN, FIFA sepertinya akan mem-backup 100% digelarkannya KLB, sekaligus mengawal dan mengawasi pagelaran KLB tersebut. Dari surat tersebut, sejatinya PSSI sudah KO, sekaligus menghitung hari.. Kalaupun tarik menariknya, antara FIFA dan pemerintah, bahwa pemerintah Indonesia wajib lebih dahulu mencabut SK pembekuan PSSI, sebelum tanggal 12 Mei 2016, di mana betepatan dengan acara sidang EXCO FIFA di Meksiko, sebetulnya hanya tinggal hitungan jam. Menurut CN, diprediksi surat pencabutan, bisa hari Senin 9 Mei atau Selasa 10 Mei atau Kamis 12 Mei 2016. Dan, setelah itu, tanggal 13 Mei – FIFA juga mencabut pembekuan PSSI.Kalaupun Hinca Panjaitan sebagai Acting President PSSI gantikan La Nyalla Mattalitti dan sekjennya Azwan Karim, berangkat ke Meksiko, menurut CN hanya untuk sekadar “piknikâ€�. Pasalnya, surat “Kelompok 85â€� yang meminta agar segera PSSI menggealr KLB PSSI, sudah tidak bisa dicabut dan diganggu-gugat.Bahwa, Sekjen PSSI, Azwan Karim menyatakan, bahwa “Kelompok 85â€� ditunggangi oleh pihak-pihak tertentu, sepertinya hanya alasan yang dibuat-buat dan tidak memiliki bukti valid. Bagi, CN ketika gerakan “Kelompok 85â€� melakukan manuver untuk meminta segera ada KLB PSSI, adalah murni sebuah gerakan tanpa bentuk, dan tanpa komando. Ibaratnya, “Kelompok 85â€� ini seperti bintang “amubaâ€�, tanpa ada kepala dan tanpa ada ekor.Bagi CN, “Kelompok 85â€� ini, jauh lebih elegan ketimbang “Kelompok 78â€� saat akan mendongkel Nurdin Halid tahun 2011 lalu. Karena, “Kelompok 85â€� sampai hari ini, tak ada yang mendeklarasi siapa yang menjadi juru bicara, dan siapa yang jadi deklarator. Semuanya, adalah akumulasi ketidakpercayaan kepada pimpinan La Nyalla Mattalitti, yang tak mampu membangun program kerjanya, sejak dilantik menjadi ketum PSSI, 18 April 2015. Bahwa, ketika kompetisi ISL 2015 dihentikan, sepertinya hanya karena ketidakmampuan La Nyalla Mattalitti sebagai ketum PSSI, sehingga terpakas menghentikan kompetisi, dengan alasan “force majeureâ€�.Menurut CN, ada 3 kelompok yang berada dalam “Kelompok 85â€� yang terdiri gabungan 13 klub ISL, 14 klub Divisi Utama, 13 klub Divisi Satu dan dua asosiasi pelatih serta pemain dan 28, Asosiasi Provinsi (AsProv) PSSI, Yang pertama, Kelompok yang tidak pernah merasa takut dengan PSSI (karena agamanya uang). Yang Kedua, kelompok yang tidak merasa takut diancam oleh La Nyalla (sampai tulisan ini diturunkan, sudah berkali-kali diancam La Nyalla). Kelompok ketiga, kelompok yang ingin ada pengurus baru tanpa ada orang-orang partai politik.Hinca Panjaitan, sebagai acting president PSSI, sepertinya jadi orang “culunâ€� dan seolah-olah doktornya tentang sepak bola hilang, gara-gara saat HUT PSSI, 19 April 2016 yang ke-86 lalu, ikut-ikutan seolah-olah “terpaksaâ€� membacakan pidatonya La Nyalla Mattalitti yang sedang buron oleh pihak Kejaksaan Agung. Padahal, seharusnya Hinca wajib membacakan pidatonya sendiri, karena secara statuta PSSI dan FIFA, posisinya adalah acting president. Mengapa, justru membacakan pidatonya La Nyalla? Artinya, Hinca sejatinya, terlibat dalam tekanan yang luar biasa dari sosok La Nyalla Mattalitti, hingga tanpa malu, justru membacakan pidatonya La Nyalla.Dari kesimpulan CN tadi, maka posisi PSSI dibawah Hinca Panjaitan, yang tak mampu menjadi “leadership’, sekaligus karena ada surat FIFA yang tidak ditujukan kepada PSSI, maka saat ini para penggila bola di Tanah Air, hanya tinggal menunggu, kapan akan digelar KLB PSSI? Dan, siapa yang pantas menjadi orang nomor satu di â€�Kursi Panasâ€� PSSI mendatang?Ingat, bahwa “Kelompok 85â€� bukan kelompok bayaran, seperti “Kelompok 78â€� di era Nurdin Halid. Bagi CN, “Kelompok 85â€� sejatinya lebih dari 85 voters, karena menurut CN tercatat 90 voters. Dan, mereka itu diibaratkan seperti binatang amuba, tanpa kepala dan tanpa ekor. Mereka lebih berbahaya bagi PSSI dan juga bagi pemerintah. Tak ada satu pun pihak yang bisa mengelola “Kelompok 85” ini.Asyiknya, “Kelompok 85â€� versi PSSI, katanya dibentuk dibawah tekanan pemerintah. Tapi, versi pemerintah cq Menpora, justru “Kelompok 85â€� adalah justru boneka-nya La Nyalla. Mana yang benar, mana yang salah, bagi CN tidak penting. Karena, genderang nyanyian koor untuk KLB PSSI pasti akan digelar dan didukung FIFA. Dan, PSSI versi La Nyalla dkk tamat.

Sumber: CN & detik.com

You may also like

Leave a Comment

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

%d blogger menyukai ini: