KLB Tak Terbendung (3) JOKO DRIYONO “MALAIKAT� BAGI VOTERS

by admin
0 comment

Jakarta (http://elkosongsijimedia.blogspot.co.id/) – Setelah FIFA mencabut pembekuan PSSI, 13 Mei 2016 lalu, sepertinya “binatang amubaâ€� yang sudah membuat surat KLB kepada PSSI, 3 Mei lalu, sudah berkumpul di sebuah hotel berbintang di Jakarta. Mereka datang tanpa ada yang inisiatif, dan semakin merapatkan barisan. Hanya saja, CN menginvestigasi, bahwasannya mereka ingin bertemu Joko Driyono, CEO PT Liga Indonesia, sekaligus merangkap CEO PT Gelora Trisula Semesta (GTS), untuk mendapatkan update sekaligus wejangan, agar gelora suara untuk Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI tetap fokus dan konsisten.


Dari gelagat-gelagat “Kelompok 85� ini, bagi CN memberi gambaran terang benderang, bahwa pemilik voters mayoritas ini, membutuhkan ada “dewa� atau “malaikat� untuk dijadikan tameng bagi kekuatan menuju KLB tak berbelok-belok. Dan, Joko Driyono menurut para voters, bisa dijadikan “malaikat� untuk sementara, hingga digelarnya KLB nantinya.

Menurut CN, dari tiga sosok yang dibedah untuk menduduki “Kursi Panas� PSSI ini, setelah dikupas berturut-turut oleh CN, yaitu Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok, dan kemudian giliran Joko Driyono. Maka, dari pengamatan CN, sejak 2010 lalu – sosok Joko Driyono digandrungi para pemilik voters.

Selain cakap dalam pengelola manajemen PT Liga Indonesia, juga lihai membangun komunikasi dengan lembaga-lembaga tertinggi sepak bola dunia, AFC dan FIFA. Karakternya kalem, tak banyak membuat statement kontroversial, dan cenderung ngalah jika ditekan atau diintimidasi.

Sampai hari ini, komunitas sepak bola nasional, masih banyak menebak-nebak, bahwa Jodri demikian panggilan akrabnya di lingkungan bola Indonesia, dinilai masih menjadi kakitangannya Andi Darussalam Tabusala (ADS), yang mengangkat pamornya, dan kemudian masih ada di lama ring 1 – Nirwan Darmawan Bakrie (NDB). Bahkan, ketika membentuk PT GTS, Jodri pun, masih disudutkan menjadi “antek� ADS dan NDB lewat anak asuhnya NDB, yaitu Glenn Sugita (pemilik Persib Bandung bersama Erick Tohir) dan Pieter Tanuri (pemilik Bali United).

Namun, Jodri yang berangkat karirnya saat ditunjuk manajemen Krakatau Steel, saat Pelita Jaya pindah homebase-nya sebagai Pelita Solo, menujuk ke Serang dengan nama Pelita Krakatau Steel (KS). Namanya, melejit ketika Jodri ditawari masuk ke dalam manajemen Badan liga Indonesia (BLI) saat itu, membantu ADS, ketika Pelita KS berganti jubah menjadi Pelita Purwakarta, sepertinya bergeming, jika ditanya soal menjadi ‘anak asuh� ADS dan NDB.

“Terserah apa kata orang. Saya dituduh anteknya ADS kek, anteknya NDB kek, buat saya nggak penting. Karena, kalau saya mati pun, pasti tak ada yang menangis dan tak ada yang menyesal,� itu kata-kata yang paling diucapkan Jodri, jika ditanya soal sosok kedua nama yang disebut CN tersebut. “Bahkan, besok kalau seluruh voters tak butuh saya pun, saya tidak akan pernah ngemis-ngemis, silahkan saya dipecat dan dibuang dengan tidak hormat pun saya tak akan meratapi,� tandasnya.

Namun, sejak PSSI dibekukan oleh Mempora 17 April 2015 lalu, pelan-pelan tapi pasti, nama Joko Driyono justru menjadi musuh bersama bagi pengurus PSSI. Puncaknya, sejak La Nyalla Mattalitti jadi buron sampai hari ini, diam-diam pengurus PSSI dibawah acting president PSSI atau PLT PSSI – Hinca Panjaitan pun, sudah sepakat untuk menjadikan Jodri sebagai musuh paling dibenci bagi Hinca dan anggota EXCO PSSI.

Hanya saja, justru para pemilik suara yang berjumlah 107 itu, rela dan siap berlindung dibawah Joko Driyono. Entah apa alasan yang membuat para voters yang sudah menuntut dan membuat surat yang isinya agar PSSI segera menggelar KLB PSSI 3 Mei 2016, justru kepincut dengan sosok Jodri.

Ada “dosa� Joko Driyono yang terungkap oleh CN, bahwa draft surat PSSI kepada FIFA, bahwa pemerintah saat melakukan SK pembekuan itu dinilai intervensi. Sehingga FIFA percaya kepada PSSI, di mana saat itu Jodri merangkap jabatan, sebagai Sekjen PSSI sekaligus sebagai CEO PT Liga Indonesia. Dan, surat tersebut ternyata bisa di-copy oleh BOPI.

Namun, lagi-lagi bagi versi voters, apa pun “dosa� Joko Driyono terhadap pemerintah, bagi pemilik suara tak lagi penting. Intinya, 107 pemilik suara yang mayoritas sudah ada di “kelompok 85� itu, menjadi Jodri sebagai “Malaikat� untuk mengawal KLB PSSI yang ditunggu para voters. Apakah PSSI menolak surat mereka atau mengabulkan?

Pasalnya, jika PSSI dibawah Hinca Panjaitan menolak surat “Kelompok 85� untuk membatalkan KLB PSSI. Maka, para voters diam-diam sudah menyiapkan draft surat berbahasa Inggris, yang disiapkan terkirim ke FIFA awal Juli 2016 mendatang. Nah….lho…., seperti pengurus PSSI dibawah komanda Hinca Panjaitan menunggu “skak ster� alias “skak-mat�.
Sumber: https://www.facebook.com/147995238566016/photos/a.153151988050341.30634.147995238566016/1181040001928196/?type=3&theater

You may also like

Leave a Comment

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

%d blogger menyukai ini: