Bungkam Semen Padang FC, Ini Pengakuan Jamal Yastro

by admin
0 comment
Konferensi pers tim PS Mojokerto Putra yang dihadiri oleh pelatih Jamal Yastro dan kapten tim Indra Setiawan usai pertandingan PS Mojokerto Putra menghadai Semen Padang FC, di Stadion Gelora Gajahmada, Mojosari, Mojokerto, Rabu (14/11)
Foto Nanda WM
Mojokerto, Elkosongsiji.com – PS Mojokerto Putra berhasil memenuhi targetnya dengan memenangkan pertandingan di kandang. Kali ini yang menjadi korbannya adalah Semen Padang FC yang harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 3-1 di pekan kelima dalam pertandingan lanjuta babak 8 besar Liga 2 grup A di Stadion Gelora Gajahmada, Mojosari, Mojokerto, Rabu (14/11).
Jamal Yastro, selaku pelatih kepala PS Mojokerto Putra mengatakan, syukur Alhamdulillah pertandingan berjalan lancar. Apa yang menjadi kesepakatan PS Mojokerto Putra, bahwa di kandang sapu bersih sudah teralisasi. Ini pertandingan terakhir di kandang, awal dari pertandingan kita menang, terakhir ditutup dengan kemenangan. Terjadi juga.
“Syukur Alhamdulillah pertandingan berjalan lancar. Apa yang menjadi kesepakatan kami, bahwa di kandang sapu bersih sudah teralisasi. Ini pertandingan terakhir di kandang, awal dari pertandingan kita menang, terakhir ditutup dengan kemenangan. Terjadi juga,” ungkap Jamal.

Terkait kepemimpinan wasit, menurutnya bukan ranahnya untuk menjawab. Ini ada apa dengan wasit? Kami juga tidak tahu, dikerjai dimanapun PS Mojokerto Putra tidak akan pernah protes. Hari ini menang di tim PS Mojokerto Putra, tapi menang secara murni. Pinalti benar-benar pemain Semen Padang FC handsball. Betul-betul ada benturan sehingga harus diganjar kartu.

â€�Ini ada apa dengan wasit? Kami juga tidak tahu, dikerjai dimanapun kami tidak akan pernah protes. Hari ini menang di tim kami tapi menang secara murni, pinalti benar-benar handsball. Betul-betul ada benturan sehingga harus diganjar kartu,” tutur Jamal.
Target PS Mojokerto Putra sudah terpenuhi untuk masuk ke babakk 8 besar, tapi tidak ada salahnya Jamal Yastro sebagai putra daerah, untuk mengangkat tim lebih baik, maka PS Mojokerto Putra akan bersaing. Siapa yang pantang menyerah, bekerja keras dan disiplin,  itu yang akan memenangkan pertandingan.
Jamal menilai, jika jalannya permainan anak asuhnya, banyak mendominasi tapi ada beberapa kali ada kesalahan yang dilakukan pemain. Yang seharusnya tidak dilakukan ditambah kurangnya konsentrasi di menit akhir sehingga kebobolan. Hal tersebut menjadi PR PS Mojokerto Putra selama ini. Tak hanya itu, penyelesaian akhir juga tidak berbuah gol.
Jamal menambahkan, konsentrasi dan organisasi kurang berjalan sehingga sampai menit akhir saat kena cuonter turun lambat sehingga menjadi pekerjaan rumah. Menyerang terus tidak ada gol juga menjadi kelelahan para pemain.
Pertandingan melawan Aceh United akan menentukan lankang PS Mojokerto Putra ke depannya. Apa yang menjadi kelemahan sore tadi akan kita benahi sebelum berangkat ke Aceh. Di pertandingan tandang menghadapi Aceh United, PS Mojokerto Putra harus menang, menentukan nasib sendiri tidak tergantung tim lain.
Sementara itu, Indra Setiawan kapten tim  PS Mojokerto Putra mengatakan, syukur Alhamdulillah pertandingan berjalan lancar dan kemenangan diperoleh PS Mojokerto Putra. Semen Padang tim bagus, tim bekas Liga 1, pemainnya juga banyak alumni Liga 1 tapi alhamdulilah menjalankan intruksi pelatih. Bekerja keras, semangat, itu kuncinya dan diakhir dengan kemenangan.
“Syukur Alhamdulillah pertandingan berjalan lancar dan kemenangan diperoleh PS Mojokerto Putra. Semen Padang FC tim bagus, tim bekas Liga 1, pemainnya juga banyak alumni Liga 1. Tapi Alhamdulillah menjalankan intruksi pelatih. Bekerja keras, semangat, itu kuncinya dan diakhir dengan kemenangan,” ujar Indra.
Indra menambahkan, kemenangan tersebut sebagai modal lawan Aceh United. Indra mewakili pemain meminta doa kepada masyarakat Mojokerto untuk mendoakan meraih poin dan melaju ke babak selanjutnya. Pemain PS Mojokerto Putra akan semua berusaha semaksimal mungkin, dan tidak ingin memenangkan pertandingan baik di kandang maupun tandang itu tidak mungkin. Tergantung yang di Atas. [and/was]

Penulis Andi Yuniarto

You may also like

Leave a Comment

%d bloggers like this: