Jamal Yastro Angkat Bicara Soal Isu Pinalti dan Pengaturan Skor

by admin
0 comment
Jamal Yastro, pelatih kepala PS Mojokerto Putra saat memimpin anak asuhnya melakukan latihan rutin.
Foto Wahyu Agus

Mojokerto, Elkosongsiji.com – Usai gagal lolos ke babak empat besar, PS Mojokerto Putra terus mendapat sorotan dari netizen pasca mengalami kekalahan 3-2 atas Aceh United di Stadion Cot Gapu, Bireuen, Senin lalu (19/11).

Terkait tendangan pinalti Krisna Adi Darma Tama yang melenceng dari gawang Aceh United. Pinalti tersebut terus menjadi sorotan terkait adanya isu pengaturan skor pun terdengar santer menjurus ke tim yang berjuluk the Lasmojo ini.
Mengenai isu pinalti dan pengaturan skor antara Aceh United melawan PS Mojokerto Putra, Jamal Yastro pelatih kepala PS Mojokerto Putra angkat bicara, tidak ada tim yang menginginkan kekalahan. Dan tidak ada pemain yang sengaja agar timnya kalah. Seperti melakukan tendangan penalti yang sengaja tak dimasukkan.
“Tidak ada tim yang menginginkan kekalahan. Dan tidak ada pemain yang sengaja agar timnya kalah. Seperti melakukan tendangan penalti yang sengaja tak dimasukkan,” ungkap Jamal.
Sebelum pertandingan, pelatih PS Mojokerto Putra ini sudah menentukan siapa saja yang menjadi algojo penendang pinalti jika timnya mendapatkan pinalti. Jamal menyiapkan tiga nama untuk penendang pinalti, pertama Indra Setiawan, kedua Haris Tuharea, dan terakhir Djayusman Triasdi.
Namun di pertandingan kemarin, Jamal menambahkan, Indra Setiawan tidak siap, sementara Haris Tuharea sakit akibat sebelumnya dilanggar di kotak pinalti, dan Djayusman Triasdi sudah ditarik keluar, sehingga pelatih asal Mojokerto ini menunjukan Krisna Adi yang lebih siap saat itu.
“Indra Setiawan tidak siap, sementara Haris Tuharea sakit akibat sebelumnya dilanggar di kotak pinalti, dan Djayusman Triasdi sudah ditarik keluar, sehingga cari yang siap, Krisna Adi yang lebih siap saat itu,” tutur Jamal.
Meski Krisna Adi dinilai siap untuk menendang pinalti, namun ternyata tendangan Krisna Adi melenceng ke samping kiri gawang Aceh United yang dikawal Bayu Prima Maranata.
Terkait isu pengaturan skor, Jamal Yastro langsung menepisnya, bahwa pengaturan skor itu tidak ada. Tidak ada unsur kesengajaan, karena setelah pertandingan mereka menangis semua. Pemain sekelas dunia pun, kalau melakukan tendangan pinalti dan tidak masuk pasti akan menjadi kecaman. Kondisi ini yang saat ini dialami Krisna Adi tapi kami tidak menyalahkan Krisna Adi karena secara mental siap, belum tentu masuk. Ini situsional.
“Saya tepis, itu tidak ada. Tidak ada unsur kesengajaan, karena setelah itu mereka menangis semua. Pemain sekelas dunia pun, kalau melakukan tendangan pinalti dan tidak masuk pasti akan menjadi kecaman. Kondisi ini yang saat ini dialami Krisna tapi kami tidak menyalahkan Krisna karena secara mental siap, belum tentu masuk. Ini situsional. Terkait isu pengaturan skor, saya tepis itu tidak ada,” tambah Jamal.
Jika ada pengaturan skor di pertandingan antara Aceh United melawan PS Mojokerto Putra, pihaknya menanyakan, kenapa justru PS Mojokerto Putra yang menelan kekalahan dalam pertandingan tersebut, menurutnya, jika ada pengaturan skor, maka PS Mojokerto Putra yang akan memenangkan pertandingan tersebut. Karena menurutnya, jika Aceh United menang, tidak ada pengaruhnya.
“Saya tepis pengaturan skor, tidak ada. Seharusnya menang jika ada pengaturan skor, tapi kenapa kita malah kalah. Aceh menang, tidak ada pengaruhnya karena Aceh sudah tidak bisa lolos,” tutup Jamal. [and/was]
Penulis Andi Yuniarto

You may also like

Leave a Comment

%d bloggers like this: