Firman Efendi : Seharusnya Komdis Memiliki Bukti Nyata, Tidak Hanya Analisa

by admin
0 comment
Firman Efendi, Direktur PT Semangat Mojokerto Putra.
Foto Dokumen pribadi

Mojokerto, Elkosongsiji.com –  Usai Komite Disiplin (komdis) PSSI menjatuhi sanksi larangan tampil di Liga 2 tahun 2019 untuk PS Mojokerto Putra karena terlibat match fixing. Terkait tingkah laku buruk tim PS Mojokerto Putra tersebut, manajemen PS Mojokerto Putra menantang PSSI untuk memberikan bukti nyata.
Presiden Klub PS Mojokerto Putra, Firman Efendi menuturkan, jika komdis hanya melakukan analisa tanpa adanya bukti jika PS Mojokerto Putra terlibat dalam match fixing. Sehingga tim berjuluk The Lasmojo tersebut akan melakukan upaya hukum baik internal ke PSSI maupun eksternal.
“Kita dari pihak pemilik klub akan melakukan upaya hukum di internal ke PSSI maupun eksternal. Di internal PSSI, kita mengajukan banding dan somasi apabila PSSI tidak bisa membuktikan tuduhan match fixing secara fisik, nyata tanpa berdasarkan dari hasil analisa manusia,” ungkap Firman.
Masih kata ketua Koni Kabupaten Mojokerto, biarpun PSSI mendatangkan ahli bola dari Belgia, itu juga manusia, terkecuali PSSI bisa mendatangkan Tuhan.
“Biarpun PSSI mendatangkan ahli bola dari Belgia, itu juga manusia. Terkecuali PSSI bisa mendatangkan Tuhan,” ungkapnya.
Match fixing atau jual beli skor yang dituduhkan komdis seharusnya komdis memiliki bukti nyata. Firman mencontoh seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT), KPK memiliki bukti adanya transaksi suap.
“Harus ada bukti nyata tidak hanya analisa manusia saja karena tudingan itu match fixing. Harus ada bukti dan mungkin langkah selanjutnya, di eksternal kami akan menunjuk pengacara untuk mengajukan gugatan perdata. Jika mungkin akan mengajukan pidana juga karena PSSI telah melakukan pencemaran nama baik klub,” tambahnya.
Di samping itu, selama ini pihak manajemen PS Mojokerto Putra belum pernah ada panggilan dari PSSI terkait adanya match fixing tersebut. Selaku pemilik klub PS Mojokerto Putra, Firman Efendi menganggap PSSI banci karena menentukan vonis tanpa adanya klarifikasi terhadap pemilik klub ataupun manajemen.
“Sebelum melayangkan vonis atau saat sidang komdis, minimal ada pemberitahuan ke pemilik klub atau manajemen,” pungkasnya. [and/was]



Penulis Andi Yuniarto

You may also like

Leave a Comment

%d bloggers like this: