PS Mojokerto Putra Ajukan Banding Atas Dugaan Match Fixing

by admin
0 comment
Winning Eleven tim PS Mojokerto Putra di Liga 2
tahun 2018.
Foto Wahyu Agus

Mojokerto, Elkosongsiji.com –  Komite disiplin (komdis) PSSI menjatuhi sanksi larangan tampil di Liga 2 tahun 2019 untuk PS Mojokerto Putra karena terlibat match-fixing. Berdasarkan surat salinan keputusan Komisi Disiplin PSSI Liga 2 nomor 106/L2/SK/KD-PSSI/XII/2018 terkait tingkah laku buruk tim PS Mojokerto Putra.

Bahwa pada musim kompetisi tahun 2018, PSSI telah bekerjasama dengan lembaga analisa Internasional Genius Sport untuk memantau seluruh aktifitas pertandingan kompetisi Liga Indonesia yang meliputi Liga 1, Liga 2 dan Liga 3.
Tim PS Mojokerto Putra merupakan salah satu tim yang ikut berlaga pada Liga 2 Kompetisi Liga Indonesia, dimana hasil analisis Genius Sport mengidentifikasi 2 (dua) pertandingan PS Mojokerto Putra saat melawan Kalteng Putra, 3 Nopember 2018 dan 9 Nopember 2018 melakukan kecurangan (match fixing).
Internationalet Non Profit di Belgia juga menyampaikan data yang sama pada pertandingan PS Mojokerto Putra melawan Gresik United, tanggal 29 September 2018 dan pada pertandingan Aceh United melawan PS Mojokerto Putra dimana, pemain PS Mojokerto Putra, Krisna Adi Darma Tama terbukti dengan sengaja melakukan tendangan pinalti dan gagal dimana jika pinalti tersebut masuk maka PS. Mojokerto Putra yang akan lolos ke babak berikutnya dan diperkuat dengan bukti-bukti yang cukup untuk menegaskan terjadinya pelanggaran disiplin.
Berdasarkan hasil penyelidikan di empat laga tersebut, PS Mojokerto Putra dinilai komdis PSSI melanggar Pasal 72 jo Pasal 141 Kode Disiplin PSSI dan menjatuhi sanksi bagi PS Mojokerto Putra berupa larangan tampil di Liga 2 musim 2019. Sementara pemain PS Mojokerto Putra, Krisna Adi Darma, yang menjadi algojo saat PS Mojokerto Putra tandang ke Aceh United pada Senin (19/11) lalu. Karena Krisna dinilai sengaja tak memasukkan bola ke gawang sehingga Krisna dijatuhi larangan beraktivitas dalam kegiatan sepak bola di lingkungan PSSI seumur hidup. 
Presiden klub PS Mojokerto Putra, Firman Efendi mengaku sudah tahu mengenai surat yang ia terima mengenai surat salinan keputusan Komisi Disiplin PSSI Liga 2 terkait tingkah laku buruk tim PS Mojokerto Putra.
“Sudah tahu, untuk salinannya juga sudah kita terima. Kita akan ajukan banding ke PSSI karena sebelumnya, manajemen sudah saya tanya soal tudingan itu. Hal tersebut tidak benar,” ungkap Firman.
Pihaknya sudah bertemu dengan manajemen untuk membicarakan hal tersebut. Dari pihak manajemen menyampaikan ke Presiden Klub, manajemen sudah memberikan jawaban bahwa tudingan tersebut tidak benar sehingga PS Mojokerto Putra berupaya mengajukan banding.
“Untuk tudingan itu tidak benar, manajemen sudah saya tanya dan manajemen sudah memberikan jawaban bahwa itu tidak benar sehingga kita akan ajukan banding. Soal Krisna yang tidak memenuhi panggilan PSSI hingga tiga kali, kita tidak tahu,” tambahnya.
Terhadap keputusan Komisi Disiplin PSSI Liga 2, terkait tingkah laku buruk tim PS Mojokerto Putra, sesuai dengan Pasal 119 Kode Disiplin PSSI, PS Mojokerto Putra bisa mengajukan banding dan mengajukan somasi pada PSSI, karena tuduhan itu hanyalah dari hasil analisa. Analisa manusia apa bisa dijadikan suatu bukti untuk menentukan vonis.
“Kita banding dan mengajukan somasi pada PSSI, karena tuduhan itu hanyalah dari hasil analisa. Analisa manusia apa bisa dijadikan suatu bukti untuk menentukan vonis,” pungkasnya. [and/was]



Penulis Andi Yuniarto

You may also like

Leave a Comment

%d bloggers like this: