Apakah PS Mojokerto Putra Tumbal PSSI?

by admin
0 comment
Andre Dio dan Ade Christian saat menghampiri
tribun Utara Stadion Gelora Gajahmada, Mojosari,
Mojokerto usai pertandingan.
Foto M. Denni Affan

Mojokerto, Elkosongsiji.com – Dalam sebuah pertandingan pastinya ada kemenangan dan adapula kekalahan. Baru-baru ini yang banyak diperbincangkan adalah match fixing yang terjadi pada sepak bola Indonesia. Lalu siapa yang harus disalahkan?
Sebenarnya klub bisa diibaratkan seperti sebuah sistem, yang manakala sistem akan bekerja jika dikendalikan oleh pemegang sistem tersebut misalnya investor, manajemen, dan lain-lain. Tetapi, jikalau ada kejadian seperti itu yang menjadi korbannya selalu klub, pemain, supporter, dan sebagainya. Sedangkan si pemegang sistem tersebut aman-aman saja dan leluasa bisa pindah sana pindah sini untuk memegang klub lainnya, dan lagi-lagi yang kena imbasnya pasti klub itu sendiri.
Di era milenial sekarang ini, dengan banyaknya pengguna media sosial dimanfaatkan banyak orang sebagai alat penghakiman, meskipun berita yang dikabarkan belum tentu benar adanya. Ditambah lagi federasi yang mengambil keputusan seakan berat sebelah, mungkin karena maraknya perbincangan soal match fixing serta ada sebagian orang yang ingin mencari aman dengan keadaan seperti ini. Sehingga PSSI tebang pilih dalam mengambil sikap yang berbuntut harus menumbalkan sebuah klub dan pemain seperti halnya yang dialami oleh klub PS Mojokerto Putra dan salah satu pemainnya Krisna Adi Darma Tama saat ini.
Padahal banyak sekali kasus-kasus besar jikalau PSSI mau mengungkap dari banyaknya kasus yang ada. Tapi apalah daya, sekarang yang menjadi tumbal yaitu PS Mojokerto Putra yang notabene adalah klub kecil yang sedang mendapatkan mimpi buruk. Sepak bola Indonesia sudah saatnya berbenah harus maju dan lebih baik, serta kenetralan PSSI untuk klub harus ditegakkan kembali sehingga tidak asal tebang pilih dalam memberikan keputusan maupun sanksi agar tidak ada lagi klub yang harus ditumbalkan oleh orang-orang tak bertanggung jawab.
Setelah dihukum tidak boleh mengikuti kompetisi Liga 2 Indonesia tahun 2019 mendatang, lalu setelah itu tim berjuluk The Lasmojo ini akan bermain di mana? Tetap bertahan di Liga 2? Atau mungkin turun kasta. Hukuman yang diberikan PSSI memang sulit diterima nalar sehat. [ron/was]



Penulis RN

You may also like

Leave a Comment

%d bloggers like this: