PS Mojokerto Putra Melawan Secara Hukum

by admin
0 comment
Pres Release tim PS Mojokerto Putra terkait hukuman ngawur dari PSSI
Pres release tim PS Mojokerto Putra terkait hukuman yang diberikan oleh Komisi Disiplin PSSI, Rabu (26/12).
Foto Agata/EM

Mojokerto, Elkosongsiji.com – Usai Komite Disiplin PSSI menjatuhi sanksi larangan tampil di Liga 2 tahun 2019 untuk PS Mojokerto Putra karena terlibat match fixing. Presiden klub PS Mojokerto Putra berserta kuasa hukumnya akan melawan sanksi yang dijatuhkan oleh Komisi Disiplin PSSI.
Rabu, (26/12) Presiden klub PS Mojokerto Putra menggelar konferensi pers terkait hukuman dari Komite Disiplin PSSI yang melarang PS Mojokerto Putra bertanding di Liga 2 tahun 2019 mendatang, dan memberikan hukuman kepada Krisna Adi Darma Tama untuk tidak bermain sepak bola di lingkup PSSI seumur hidup.
Menurut Firman Efendi, selalu Presiden klub PS Mojokerto Putra mengatakan pihaknya akan melakukan banding ini semuanya demi PS Mojokerto Putra dan demi Kabupaten Mojokerto. Kita akan melakukan banding terkait keputusan PSSI. Karena tidak pernah ada klarifikasi apapun dari PSSI.
“Kita akan melakukan banding ini semuanya demi PS Mojokerto Putra dan demi Kabupaten Mojokerto. Kita akan melakukan banding terkait keputusan PSSI. Karena tidak pernah ada klarifikasi apapun dari PSSI,” ungkap Firman.
Masih kata Firman Efendi, pihaknya tidak menghitung materi yang dirugikan jika benar-benar di kompetisi Liga 2 Indonesia tahun 2019 mendatang PS Mojokerto Putra tidak bisa bermain. Kalau dihitung materi sudah terlalu banyak. Yang penting bagaimanapun caranya PS Mojokerto Putra harus bisa main di Liga 2 Tahun 2019.
“Yang penting bagaimanapun caranya PS Mojokerto Putra harus bisa main di Liga 2 Tahun 2019,” jelas Firman.
Putusan dari Komisi Disiplin PSSI yang diberikan kepada PS Mojokerto Putra sebenarnya bertentangan dengan kode disiplin itu sendiri. Putusan tersebut berupaya mematikan pembinaan sepak bola di Kabupaten Mojokerto tentu putusan seperti ini tidak mendidik. Di mana di dalam  kode disiplin dicantumkan bahwa orang yang ada di dalam persidangan, yang dituduh punya hak untuk didengar melakukan pembelaan.
Sejatinya putusan Komisi Disiplin PSSI bertentangan dengan perintah Pasal 72 ayat (5) Kode Disiplin PSSI yang menyatakan; �Klub atau badan yang terbukti secara sistematis (contoh: pelanggaran dilakukan atas perintah atau dengan sepengetahuan pimpinan klub, dilakukan secara bersama-sama oleh beberapa anggota dari klub atau badan tersebut) melakukan konspirasi mengubah hasil pertandingan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)�. [and/was]



Penulis Andi Yuniarto

You may also like

Leave a Comment

%d bloggers like this: