Kepada Petani Kentang, Suwandi Beberkan 'Jurus' Jaga Stabilitas Harga

by admin
0 comment

Kepada Petani Kentang, Suwandi Beberkan 'Jurus' Jaga Stabilitas Harga

JawaPos.com – Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Hortikultura berkomitmen menjaga kestabilan harga pangan. Menurut Dirjen Hortikultura, Suwandi mengatakan, harga naik dan turun bukanlah penyebab, melainkan akibat.

Kondisi harga ditentukan dari keseimbangan pasokan dengan permintaan. Hal itu diungkapkannya ketika menjadi pembicara dalam acara Pengembangan Kentang dalam rangka stabilisasi harga yang dilaksanakan di Balai Benih Kentang, Jumat (15/3).

“Kita harus mencari faktor utama pembentuk harga, di antaranya bisa faktor sistem produksi, sistem logistik, sistem distribusi, tata niaga, struktur dan perilaku pasar,” ujar Suwandi di Pangalengan Kabupaten Bandung, melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (16/3).

Dia menegaskan perbaikan sistem produksi, logistik dan distribusi menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing dan menjaga harga tetap optimal. Pada sisi sistem produksi, para petani kentang diminta efisiensi input sebagai salah satu kunci.

“Petani kentang di daerah lain bisa memproduksi 17 sampai 22 ton per hektar dengan biaya Rp 40 sampai 60 juta per hektar. Harga juga bagus kisaran Rp 7.000 perkg. Ini salah satu contoh bertani efisien,” tegas Suwandi.

Caranya, yakni menerapkan budidaya ramah lingkungan, kurangi penggunaan pestisida dan pupuk kimia. Petani harus mulai membuat sendiri pestisida hayati dan pupuk organik. Bahkan bertani tidak harus monokultur, tetapi tumpangsari dan ada rotasi antar tanaman.

“Kelembagaan petani juga diperkuat dan naik kelas dari kelompoktani menjadi Koperasi, BUMP atau sejenisnya,” ucap Suwandi.

Menurutnya, koperasi yang akan melayani input benih dan lainnya secara kolektif sehingga efisien, juga akses kredit dan asuransi. Koperasi juga mengembangkan industri olahan kentang skala rumahtangga dan kecil, juga bermitra dengan industri, eksportir, pelaku usaha, supermarket dan lainnya.

“Dengan begitu penjualan satu pintu oleh Koperasi, sehingga petani bersatu posisi tawarnya kuat, jangan jalan sendiri sendiri,” ujar Suwandi.

“Bahkan sistem transaksi kentang yang selama ini tiap pagi hari di pasar Pangalengan ini ditata rapih, sinergi dengan pedagang membentuk pasar lelang,” pinta dia.

Dalam kesempatan itu, Suwandi juga menegaskan bahwa Pasar lelang sayuran bermanfaat bagi petani agar memperoleh harga tertinggi dari penawar yang ada.

“Dan dibayar cash and carry, tercipta one region one price serta memotong rantai pasok,” pungkasnya.

Editor           : Imam Solehudin

Reporter      : Yesika Dinta

Published at Sat, 16 Mar 2019 01:29:10 +0000

You may also like

Leave a Comment

%d blogger menyukai ini: