Respons Menteri Budi Saat Ojol Minta Tarif Rp 3 Ribu Per Kilometer

by admin
0 comment

Respons Menteri Budi Saat Ojol Minta Tarif Rp 3 Ribu Per Kilometer

JawaPos.com – Driver ojek online menuntut kenaikan tarif per kilometer (KM) sebesar Rp 3 ribu. Sementara itu, pihak aplikator hanya menginginkan tarif sebesar Rp 1.600 per km.

Menanggapi hal itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pemerintah menginginkan keputusan besaran tarif bisa menguntungkan semua pihak baik aplikator, driver online maupun konsumen atau masyarakat.

“Kalau tarif pemerintah akan menentukan yang paling baik, dan concern saya ke mereka (driver ojek online) itu dapat penghasilan yang baik,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (16/3)

Respons Menteri Budi Saat Ojol Minta Tarif Rp 3 Ribu Per Kilometer

Dia menjelaskan, terdapat perbedaan pendapat antara aplikator dengan driver ojek online mengenai penentuan tarif per KM. Oleh karenanya pemerintah akan melakukan pertemuan dengan seluruh pihak terkait untuk menentukan tarif tersebut.

“Memang saat ini ada dua kutub ya, kutub aplikator dan kutub dari (driver) ojol sendiri, kalau aplikatorkan maunya Rp 1600 per km. Sedangkan mereka (driver) mintanya Rp 3 ribu ini kan jauh sekali, oleh karena itu saya mencari harga medium diantara mereka agar keduanya itu dapat satu titik temu dan ini kan berkaitan dengan konsumen ya,” jelas dia.

Lebih lanjut Budi mengatakan, penentuan tarif juga terkait dengan konsumen. Ia menjaga agar konsumen tidak lari karena tarif yang terlalu tinggi, itu akan mempengaruhi pendapatan driver ojek online.

“Artinya kalau tarifnya naik dua kali lipat khawatir konsumennya akan turun. Tapi kami ingin ini dibicarakan dengan baik-baik, diskusi lah dengan ojek online dengan aplikator agar dapat satu angka yang baik,” tuturnya.

Saat ini pemerintah telah melakukan pertemuan dengan pihak-pihak terkait penentuan tarif per km ojek online sebanyak dua kali. Pemerintah akan terus melakukan diskusi untuk menentukan tarif terbaik untuk semua pihak.

Penentuan tarif ini merupakan salah satu poin yang terdapat di racangan aturan ojek online yang telah rampung melakukan uji publik. Sebelumnya Direktorat Perhubungan Darat telah melakukan uji publik di 5 kota, seperti, Medan, Bandung, Semarang, Balikpapan dan Makasar pada Bulan Februari 2019.

Editor           : Mohamad Nur Asikin

Reporter      : Hana Adi

Published at Sat, 16 Mar 2019 07:57:44 +0000

You may also like

Leave a Comment

%d bloggers like this: