Jatim Punya Peluang Jadi Pesaing Jakarta dan Bali untuk Destinasi MICE

by admin
0 comment

Jatim Punya Peluang Jadi Pesaing Jakarta dan Bali untuk Destinasi MICE

JawaPos.com – Suksesnya Asian Games 2018 Jakarta-Palembang ikut membawa M. Ali Affandi meraih gelar Magister Manajemen Teknologi (MMT) dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya. Sebab, wakil ketua umum Kadin Jatim itu mengangkat tesis bertema Asian Games. Andi lulus dengan IPK tertinggi di jurusan dengan nilai 3,97.
 
Menurut Andi, daerah-daerah di Indonesia bisa menjadikan kesuksesan Asian Games sebagai sarana belajar. Terutama, menciptakan event yang bisa memberi dampak ke ekonomi local. ”Termasuk Jatim yang sangat berpotensi jadi destinasi meeting, incentive, convention, exhibition (MICE) dan mega event mulai sport hingga music,’’ ujarnya, Minggu (17/3).
 
Itulah kenapa, dia menilai langkah Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyiapkan Jatim Sport Center merupakan langkah tepat. Alasannya, infrastruktur itu bisa menunjang event nasional maupun internasional.
 
Lebih lanjut dia menjelaskan, sektor MICE dan event sangat relevan dalam kondisi saat ini. Apalagi, leisure economy menghadapi tantangan berat dengan lonjakan harga tiket pesawat.
 
”Saya kira Jatim punya keunggulan komparatif dan kompetitif di sektor ini, tinggal dioptimalkan saja,” terangnya.
 
Mantan ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jatim itu menulis tesis berjudul Faktor-Faktor yang Memengaruhi Niat Paritisipasi Milenial dalam Mega Event Project Asian Games 2018. Berdasarkan hasil penelitian Andi, salah satu kunci sukses Asian Games adalah keterlibatan generasi milenial.
 
Dalam penelitiannya, milenial berbondong-bondong berpartisipasi di ajang tersebut. Dia menggunakan pendekatan Extended Theory of Planned Behavior yang meriset berbagai faktor dari kaum milenial, seperti sikap terhadap iklan dan event Asian Games, subjective norms, perceived behavior control, advertising creativity, dan keterlibatan.
 
”Saya meneliti bagaimana praktik manajemen international sport event untuk menggaet perhatian milenial. Ditinjau dari perspektif manajemen proyek dan pemasaran, saya berharap studi ini bermanfaat bagi yang ingin sukses mengembangkan industri MICE dan event dengan melibatkan generasi milenial,” jelas pengusaha berbagai sektor bisnis ini.
 
Meski membahas soal ilmu manajemen proyek, lanjut Andi, hal itu tak selalu berkaitan dengan dunia konstruksi. “Manajemen proyek dapat diaplikaskan dalam event, bahkan dalam proyek kampanye politik,” jelas putera dari Machmudah tersebut.
 
Andi menyarankan agar para pengambil kebijakan di seluruh Jatim tak ragu menjadikan MICE dan event sebagai pengungkit ekonomi. Selama ini, MICE dan event raksasa hanya berpusat di Jakarta dan Bali. Bahkan, banyak ajang MICE dan event diambil Palembang.
 
Padahal, potensi industri MICE sangat besar. Berdasarkan data Kementerian Pariwisata, mencapai Rp 25 triliun per tahun dan mampu membuka 300 ribu lapangan kerja.
 
Andi mencontohkan bagaimana Asian Games menggeliatkan ekonomi. Pembangunan infrastrukturnya menyerap ratusan ribu pekerja. Devisa yang didatangkan diperkirakan Rp 3,1 triliun dari 170 ribu orang asing yang datang.
 
Dalam jangka menengah-panjang, infrastruktur yang tersedia bisa menjadi tempat event yang ikut menggerakkan ekonomi lokal.
 
”Sektor MICE dan event punya multiplier effect luar biasa. Mulai event organiser, makanan-minuman, percetakan, hotel, transportasi, florist, suvenir, pelaku kesenian, oleh-oleh, konveksi, dan sebagainya. Ke depan ini sangat potensial digarap di Jatim,” pungkasnya.

Editor           : Dhimas Ginanjar

Published at Sun, 17 Mar 2019 18:16:24 +0000

You may also like

Leave a Comment

%d bloggers like this: