Wow, Kawasan Kumuh di Jawa Tengah Masih 3.004 Hektare

by admin
0 comment

Wow, Kawasan Kumuh di Jawa Tengah Masih 3.004 Hektare

JawaPos.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah terus berupaya menggerus kawasan pemukiman kumuh di wilayahnya. Dalam lima tahun terakhir, total 3.977 hektare kawasan pemukiman kumuh dihilangkan.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Disperakim) Jateng Budi Wibowo mengatakan, jumlah pemukiman kumuh di Jateng pada tahun 2014 lalu sebanyak 6.981 hektare. Dari situ, pemerintah makin gencar menghapus kawasan pemukiman kumuh.

“Dan pada tahun ini, kawasan kumuh itu berkurang dan hanya tinggal menyisakan 3.004 saja,” kata Budi, di Hotel Santika, Kota Semarang, Senin (25/3). Dengan kata lain, selama lima tahun terakhir sekira 3.977 hektare kawasan kumuh terhapuskan.

Budi mengungkapkan, pihaknya memiliki target sisa kawasan kumuh itu akan terhapus seluruhnya tahun 2024 nanti. Sesuai rencana, 3.004 hektare itu bakal dikeroyok bersama-sama.

Pasalnya, Budi menilai, penghapusan kawasan kumuh itu tak hanya untuk kepentingan paras daerah itu saja. “Juga berkaitan dengan kondisi sosial masyarakat yang ada. Jika kawasan pemukiman kumuh, maka kesehatan, kesejahteraan dan faktor-faktor sosial lain tidak akan terwujud,” tambahnya.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo dalam hal ini berpendapat jika menghapus kawasan pemukiman kumuh bukan dengan mengedepankan faktor infrastruktur saja. Aspek kultural dan sosial masyarakat juga harus dilibatkan.

Mengingat, berbagai macam permasalahan sosial juga timbul di kawasan pemukiman kumuh. Sebut saja pengangguran, narkotika, dan segala bentuk kriminalitasnya. “Ini harus diperhatikan, jadi jangan hanya merubah tampilannya saja, namun kultural masyarakat harus juga dirubah,” sebutnya.

Pria asli Karanganyar itu mengaku sudah beberapa kali mengunjungi sejumlah kawasan kumuh. Ganjar menyaksikan dengan mata kepala sendiri bagaimana kehidupan sosial masyarakat di sana.

“Ada anak kecil sudah mengenal narkotika, ada yang ngelem, seks bebas dan lainnya. Maka penataan kawasan pemukiman kumuh ini penting selain demi keindahan juga untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Lebih jauh, Ganjar mengatakan apabila kesejahteraan masyarakat itu salah satunya diukur dari keberadaan kawasan kumuh. Seperti di hampir semua negara-negara maju yang mencoba menunjukkan kesejahteraannya dengan tidak membiarkan kawasan kumuh itu ada.

“Di negara-negara maju itu pasti lingkungannya bersih, tertata rapi dan aman. Mari kita mewujudkan hal itu secara pelan namun pasti. Karena menyelesaikan masalah ini tidak bisa dilakukan secara instan,” tandasnya.

Editor           : Sari Hardiyanto

Reporter      : Tunggul Kumoro

Published at Mon, 25 Mar 2019 12:45:59 +0000

You may also like

Leave a Comment

%d bloggers like this: