Batik Air Laporkan Penumpang Merokok di Toilet Saat Pesawat Mengudara

by admin
0 comment

Batik Air Laporkan Penumpang Merokok di Toilet Saat Pesawat Mengudara

JawaPos.com – Langkah tegas ditempuh manajemen Batik Air terhadap penumpangnya karena dinilai bisa mengganggu operasional saat pesawat mengudara. Manajemen anak usaha Group Lion ini melaporkan satu penumpang dengan inisial ES,43, kepada Avsec Polsek Bandar Udara Mingkabau serta otoritas bandar udara wilayah VI karena merokok di toilet saat pesawat dalam posisi mengudara (in-flight).

Kejadian tersebut terjadi pada penerbangan Batik Air dengan nomor kode penerbangan ID-7109 dari Bandar Halim Perdanakusuma (HLP) menuju Bandar Udara Internasional Minangkabau, Padang, Sumatera Barat (19/5) lalu. Ketika itu, ES yang duduk di nomor 24D kedapatan merokok di toilet bagian belakang saat posisi pesawat in-flight.

Corporate Communications Strategic of Batik Air Danang Mandala Prihantoro mengatakan, tindakan ES telah melanggar standar operasional prosedur (SOP) yang dianggap mengganggu kenyamanan perjalanan dan penerbangan sipil. Ketika itu, Kepala awak kabin langsung berkerja sama dengan pilot untuk melakukan tindakan sesuai UU berlaku.

“Kru pesawat sudah menyampaikan larangan untuk tidak merokok di dalam penerbangan kepada tamu tersebut. Sesuai SOP, pilot menginformasikan kepada petugas layanan darat (ground handling) dan petugas keamanan (aviation security/ avsec) agar segera dilakukan penanganan,” kata Danang dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Senin (20/5).

Setibanya di Bandar Udara Internasional Minangkabau pukul 17.13, ES diserahkan oleh manajemen Batik Air kepada avsec Polsek Bandar Udara Minangkabau beserta otoritas Bandar Udara (otband) Wilayah VI untuk pemeriksaaan dan proses lebih lanjut.

“Koordinasi yang baik antara awak pesawat, ground handling dan avsec, sehingga proses penanganan ES berikut barang bukti berjalan secara tepat,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Manajemen Batik Air kembali menegaskan bahwa seluruh operasional pesawat adalah bebas asap rokok termasuk rokok elektronik (electric). Setiap penerbangan, awak kabin mengumumkan kepada seluruh tamu bahwa merokok di pesawat adalah tindakan yang dilarang.

Batik Air menghimbau kepada seluruh tamu untuk memahami serta mematuhi aturan “tidak merokok” di dalam kabin atau di toilet/ kamar kecil (lavatory). Menurut peraturan keselamatan penerbangan sipil (CASR) 25.854, setiap pesawat udara yang berkapasitas 20 orang atau lebih, wajib memasang pendeteksi asap (smoke detector system) di setiap lavatory dan harus dilengkapi fire extinguisher pada setiap disposal. Pesawat juga harus dilengkapi placard atau passenger sign information at least one pleacard.

Ketentuan yang mengatur keselamatan serta keamanan penerbangan bersumber dari Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 dan Program Keamanan Penerbangan Nasional pada Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia 80 Tahun 2017. Kedua peraturan ini selanjutnya diberlakukan dalam kebijakan maskapai, termasuk Batik Air.

Mengenai larangan merokok di pesawat sesuai peraturan Federal Aviation Administration (FAA) sejak 1989 dan diberlakukan secara internasional mulai 1998. Untuk menjamin keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan, semua benda yang mengeluarkan api dan asap sifatnya berbahaya.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Igman Ibrahim

Published at Mon, 20 May 2019 12:37:48 +0000

You may also like

Leave a Comment

%d blogger menyukai ini: