MPR Tegaskan Pancasila Sebagai Ideologi Jalan Tengah

by admin
0 comment

MPR Tegaskan Pancasila Sebagai Ideologi Jalan Tengah

JawaPos.com – Sekretaris Fraksi Golkar MPR RI, Idris Laena, mengaku kagum pada kehebatan para pendiri bangsa yang telah merumuskan Pancasila. Karena bisa menjadi dasar negara, ideologi sekaligus Falsafah hidup bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Bagi sebagian besar orang, mungkin ini dianggap sebagai hal yang biasa saja. Tapi pernahkah terpikir oleh kita, bahwa proses untuk merumuskan kalimat demi kalimat, serta merangkum dalam satu bingkai sakti yang dinamakan Pancasila, bukanlah perkara mudah,” ujarnya saat berbicara dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Jakarta, Minggu, (30/6).

Bahkan, kata Idris, ketika berkunjung ke Leiden University di Belanda, kami sempat berdiskusi dengan beberapa Profesor di sana, dan yang mengagetkan adalah ketika mereka mengatakan bahwa Belanda tidak merasa pernah menjajah Indonesia.

Karena Indonesia baru ada setelah merdeka, yang terjadi sebenarnya adalah bahwa Nedherland memiliki Koloni, yang berupa kerajaan-kerajaan yang ada di Nusantara.

“Menyimak secara seksama pernyataan itu, meskipun sempat berdebat dengan mereka, namun dalam batin saya, luar biasa para pendiri bangsa ini karena bisa menyatukansemuanya dalam bingkai NKRI,” ucapnya.

Di sini lah peran para pemuda-pemuda pendiri bangsa mulai tampak. Mereka sudah berkeyakinan bisa mendirikan satu bangsa besar bernama Indonesia, dari serpihan-serpihan kerajaan yang ada di Nusantara, yang terdiri dari puluhan ribu pulau, dengan ribuan bahasa dan keanekaragaman budaya dan Agama.

“Semua dimulai dengan Semangat para Pemuda yang mendeklarasikan Sumpsh Pemuda 28 oktober 1928,” paparnya.

Mereka, lanjut Idris, Berani bersumpah, Bertumpah darah yang Satu, Tanah Air Indonesia, Berbangsa yang satu, Bangsa Indonesia, dan Menjunjung Bahasa yang satu, Bahasa Indonesia.

“Padahal secara teritori, Wilayah yang akan mereka sebut Indonesia saat itu, masih berupa kerajaan-Kerajaan yang ada di hamparan Nusantara, namun kini sudah berubah menjadi provinsi dan kabupaten,” tuturnya.

Karena itu, kata Idris, bisa dibayangkan bagaimana Indonesia, tanpa Ideologi dan dasar negara bernama Pancasila yang digali untuk menjadi jalan tengah bagi perbedaan-perbedaan bangsa ini.

Published at Sun, 30 Jun 2019 14:14:47 +0000

You may also like

Leave a Comment

%d blogger menyukai ini: