3 Derby Milan yang Tak Terlupakan

HomeBerita Sepakbola

3 Derby Milan yang Tak Terlupakan

Jakarta, Elkosongsiji Media -- Derby della Madonnina antara Inter Milan vs AC Milan bakal tersaji pada giornata ke-4 Liga Italia Serie A di Stadion Gi

Jose Mourinho tak mau dianggap gagal
Kondisi Lengan Marc Marquez Dikabarkan Semakin Membaik
Setelah Melakukan Swab Test, Pemain Anyar Arema Asal Brazil Bruno Smith Dikabarkan Terinfeksi Covid-19
Jakarta, Elkosongsiji Media — Derby della Madonnina antara Inter Milan vs AC Milan bakal tersaji pada giornata ke-4 Liga Italia Serie A di Stadion Giuseppe Meazza, Sabtu (17/10).Dalam beberapa tahun terakhir derby Milan tak sepanas dulu. Inter yang memiliki skuad lebih mumpuni lebih dominan menang atas saudara tuanya itu.

Namun, musim ini Milan memulai kompetisi Serie A dengan brilian. I Rossoneri yang diperkuat Zlatan Ibrahimovic sukses meraup tiga kemenangan beruntun dan berhak menempati posisi kedua klasemen sementara.

Sementara Inter berada di peringkat kelima dengan catatan tujuh poin. Skuad arahan Antonio Conte mengemas dua kemenangan dan satu seri.

Penyerang Inter Milan Romelu Lukaku meraih gelar pemain terbaik Liga Europa 2019/2020

Berikut tiga pertandingan Derby Milan yang tak terlupakan:

1. Inter 0-3 AC Milan (12 April 2005)

Derby Milan ini terjadi di leg kedua perempat final Liga Champions. Duel ini jadi salah satu momen tak terlupakan lantaran diwarnai kericuhan antar suporter.

Salah satu foto populer di sepak bola berasal dari pertandingan ini, yakni ketika Marco Materazzi dan Rui Costa berdiri bersama bersama melihat cerawat yang dilemparkan suporter ke lapangan.

Fan Inter murka setelah Milan mencetak gol keunggulan 0-1 melalui Andriy Shevchenko. Situasi ini membuat La Beneamata makin sulit lolos ke semifinal karena sebelumnya kalah 0-2 di leg pertama.

Fan Inter melempari cerawat ke lapangan hingga mengenai pundak kiper AC Milan, Dida. Wasit kemudian menyudahi laga dan memutuskan Milan menang 3-0 atas Inter. Rossoneri kemudian lolos hingga final sebelum dikalahkan Liverpool di Istanbul.

2. Inter 3-2 AC Milan (11 Desember 2005)

Ini merupakan derby pertama sejak insiden cerawat di Liga Champions. Inter sukses melampiaskan dendam sekaligus memutus rekor tak pernah menang dalam 10 pertemuan terakhir sebelum pertandingan ini.

Duel kedua tim berlangsung sengit. Adriano membawa Inter unggul sebelum dibalas Shevchenko dan menyudahi skor imbang 1-1 di babak pertama.

AC Milan's Andriy Shevchenko eyes the ball during their UEFA Group E football match against Portsmouth at home to Portsmouth at Fratton Park stadium on November 27, 2008. AFP PHOTO/CARL DE SOUZA / AFP PHOTO / CARL DE SOUZA
Andriy Shevchenko jadi salah satu striker terbaik AC Milan. (AFP PHOTO/CARL DE SOUZA)

Pada babak kedua, Obafemi Martins membawa Inter unggul sebelum disamakan Jaap Stam. Inter akhirnya berhasil mengunci kemenangan di masa injury time berkat sundulan Adriano.

3. AC Milan 0-4 Inter (29 Agustus 2009)

Inter meraih kemenangan telak di markas AC Milan pada pekan kedua Serie A. Gol pembuka kemenangan Inter dicetak Thiago Motta sebelum digandakan penalti Diego Milito.

Milan harus bermain dengan 10 orang setelah Gennaro Gattuso diganjar kartu merah. Inter berhasil memanfaatkan keunggulan pemain dan mencetak dua gol tambahan lewat Maicon dan Dejan Stankovic.

Hasil manis ini merupakan sinyal kesuksesan Inter di musim 2009/2010. I Nerazzurri berhasil meraih treble winners; Serie A, Liga Champions, dan Coppa Italia di bawah kendali Jose Mourinho.