HomePSMP MojokertoAFF Cup U-19

Dikepung Raksasa Bukan Tak Bisa, The Lasmojo di 8 besar Liga 2

Lihatlah hasil pengundian 8 besar Liga 2 yang sudah dilansir operator. Grub Y dimana PSMP Mojokerto berada bakal bertarung dengan klub raksasa. Tiga c

Menghadapi Tim Thailand, Indra Sjafri Akan Memasang Target Untuk Membalas Kekalahan Di Penyisihan Grup Sekaligus Merebut Peringkat Ketiga Piala AFF U-19 2018
Timnas U-19 Indonesia Sementara Tertinggal 0-1 Dari Timnas U-19 Filipina Pada Babak Pertama
Pelatih Mempunyai Peranan Yang Sangat Penting Dalam Sebuah Tim Sepakbola
Lihatlah hasil pengundian 8 besar Liga 2 yang sudah dilansir operator. Grub Y dimana PSMP Mojokerto berada bakal bertarung dengan klub raksasa. Tiga calon lawan berlaga semuanya pernah merasakan ketatnya persaingan kasta teratas pentas bal-balan Indonesia. Siapa yang tidak kenal dengan nama Persebaya? Klub legendaris langganan juara jaman kompetisi perserikatan. Tengok juga sejarahnya PSIS yang sempat merengkuh piala kompetisi tertinggi. Dan jangan lupa akan PSPS Pekanbaru yang ingin kembali mengerek bendera sepak bola bumi Riau.
Gambar. Selebrasi Pemain saat usai membobol gawang Persiwa (5/10) (Foto. elkosongsiji.com)
Lalu bandingkan dengan riwayat PSMP, jelas kesebelasan Mojokerto itu kalah prestasinya. Dari sektor apapun tetap kalah karena ketiga lawan itu klub asal ibukota propinsi yang infrastrukturnya lebih memadahi. Usia kelahiran juga kita lebih muda umurnya. Dukungan dana pasti mereka lebih kuat uangnya. Akh, kita kalah segalanya.

Tetapi jangan dikira Laskar Mojopahit tidak punya peluang. Disepakbola itu ada unen-unen “bola itu bundar”, adagium yang menunjuk akan putaran nasib. Bola itu bundar yang membenarkan Islandia, negara kecil dengan penduduk lebih kecil dari Mojokerto, melenggang ke Piala Dunia Rusia tahun depan. Lihat juga Leincester City yang menjadi fenomena unik jaman sekarang. Dan ada banyak contoh dari mereka yang bisa membalik ramalan dan analisa pengamat.

Jika kalah dalam segala sisi, maka yang dimiliki adalah semangat dan kejelian menerapkan strategi. Belajar pada Sanggrama Wijaya yang cerdik menggasak Kerajaan Gelang-gelang Kediri dan akhirnya mempecundangi Tentara Tartar. Sedikit modal kekuatan yang dimiliki mampu membalikkan keadaan.
Ada baiknya belajar pada pasukan Thariq bin Azis ketika mengalahkan Kerajaan Spanyol. Panglima Thariq membakar semua kapal yang digunakan mendarat di pantai Spanyol, kerajaan besar eropa waktu itu. Kemudian dia berkata, “Dihadapan kita ada pasukan musuh dan dibelakang kita lautan. Tidak ada jalan untuk kembali…” Semangat juang menyelamatkan dan memberi kemenangan pada pasukan Thariq untuk meletakkan pondasi kejayaan Andalusia.
Nah, jangan berkecil hati meski dianggap bukan apa-apa. Justru disana peluang itu ada. PSMP sudah membuktikan saat bertarung di penyisihan grub 6 yang menenggelamkan Persik Kediri, mantan jawara liga utama Indonesia. Demikian pula dibabak 16 besar bisa Persiwa, mantan penghuni liga utama. Melawan dan mengalahkan kesebelasan yang pernah malang melintang di kasta atas PSMP bisa. Itu menjadi bukti PSMP adalah petarung sejati.
Berjuanlah PSMP, kami bangga padamu!

Oleh : Joehan Nafiq

Foto : Muhammad Deni A./elkosongsiji.com

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0