HomePSMP Mojokertoliga indonesia baru

Dilema Ini Tanpa Ujung dan Tidak Bertepi

Pernah semangat ini menggelorah begitu besar, sangat berhasrat tim kebanggaan bisa naik kasta ke ISL pada waktu itu. Pada era itu masih aku ingat tim

Nus Yadera : Pelatih Mengaku Belum Puas Dengan Hasil Akhir Yang Diraih
Ujicoba : PSMP Ujicoba Melawan Tim Liga 3 Nasional
Evaluasi Laga Perdana Untuk Mengahadapi Laga Kedua
Pernah semangat ini menggelorah begitu besar, sangat berhasrat tim kebanggaan bisa naik kasta ke ISL pada waktu itu. Pada era itu masih aku ingat tim PSMP yang amat kuat. Pada tournamen Piala Copa Indonesia, tim PSMP mampu mengalahkan Persijap Jepara dengan score 1-0. Yang notabene berada satu kasta di atasnya tim kebanggan Mojokerto ini. 
Gambar. Pemain PSMP harus berlatih di Lapangan Menanggal Mojosari (Foto. elkosongsiji.com)
Pada era itu PSMP Mojokerto di perkuat pemain asing seperti Evandro dan Anderson Pohos. Mereka mampu lolos ke babak 8 besar. Namun harus terhenti disini, yang akhirnya pula gagal membawa PSMP Mojokerto promosi ke ISL kasta tertinggi sepak bola Indonesia saat itu.

Namun semangat itu semakin redup ketika melihat stadion tak kunjung ada perubahan yang signifikan. Dari tahun ke tahun selalu kita menunggu tak pernah kunjung tiba renovasi stadion seperti harapan. Hanya terlihat pagar tribun, itupun sekelas pagar taman ditempat lain.

Kita mencoba berfikir realistis saja bagaimana mungkin PSMP bisa lolos ke kasta tertinggi. Sedangkan stadion sangat tak memenuhi syarat untuk di pakai di Liga 1. Tidak adanya lampu stadion yang menjadi syarat mutlak agar bisa bermain malam, sebagai antisipasi jika kondisi cuaca tidak menentu. Ruang ganti wasit sangat berdekatan dengan ruang ganti pemain, yang jauh dari kata layak atau standar.

Namun beginilah kondisi yg sebenarnya, kami dihadapkan pada dilema yg tak bertepi tanpa ujung. Kita  semua dihadapkan pada dua pilihan yang amat berat dan sulit. Promosi ke liga 1 namun menjadi tim musafir atau bertahan di liga 2 dan tetap di Mojokerto? Enta sampai kapan pertanyaan-pertanyaan itu menghinggapi ku serta semua supporter PSMP, yang ingin melihat timnya berprestasi setinggi-tingginya

Tentu hati ini tidak bisa membendung keinginan hati nurani paling dalam, bahwa kita semua tak bisa jauh dari tim kebanggaan. Maka pilihan akhir selalu jatuh pada bertahan di liga 2 agar tetap bisa bermain di Mojokerto. Sedih, memang kenyataan pahit ini, tetapi apa boleh buat. Setiap pilihan pasti ada resiko yang harus ditanggung.


Padahal Mojokerto punya potensi yang sangat besar untuk lolos ke liga 1 jika di lihat dari segi SDM. Banyak putra daerah yang sukses di luar kota bahkan di timnas Indonesia. PSMP juga terbiasa lolos dari babak penyisihan dan selanjutnya. Jika semua pihak mau berjalan beriringan untuk mencapai semuanya.

Tentu yang bisa mengakhiri dilema ini hanyalah Pemerintah Kab. Mojokerto, selaku pemangku jabatan dan pemilik kewenangan segalanya dalam hal pembangunan serta mendukung prestasi Mojokerto dalam kancah sepak bola nasional. Pemerintah Kab. Mojokerto juga adalah pemilik kewenangan segala fasilitas olahraga, serta mampu membuat kebijakan untuk renovasi stadion gajah mada mojosari agar bisa layak dan memenuhi syarat untuk bisa di pakai di liga 1 nantinya.
Oleh : Cak O Z Forestfirm (Supporter Sebatas Pagar Tribun)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0