Homeelkosongsijimediaelkosongsiji

Mural Suporter Sepak Bola di Pinggir Jalan; Kreativitas atau Vandalisme?

 elkosongsijimedia.blogspot.com (Mojokerto) – Mendukung tim sepak bola tidak hanya di dalam stadion saat pertandingan berlangsung, namun juga di

The complete beginner’s guide to cultural solutions
Suara Supporter I Sepekan Sudah Box Ugetter Belum Datang, Ada Apa?
Kapan Stadionku Apik Hoo?


 elkosongsijimedia.blogspot.com (Mojokerto) – Mendukung tim sepak bola tidak hanya di dalam stadion saat pertandingan berlangsung, namun juga di luar lapangan dalam bentuk yang lain. Salah satunya dengan menuangkan ide dan kreativitas pada lukisan dinding atau mural. Mungkin kita bisa melihat hasil karya segelintir pendukung tim lokal kesayangan pada tembok-tembok panjang yang menghiasi jalan-jalan. Tembok-tembok yang pada awalnya terlihat biasa saja, kini terlihat penuh kata dan warna.

Seperti contoh, coretan-coretan dinding bertuliskan “LOYALISXPSMP, PSMP TIL I DIE DLL” bertebaran di mana-mana. Namun, mural-mural PSMP Mojokerto sebagai bentuk dukungan dari para MP Loyalis 2001 melalui karya seni gambar pada tembok. Kegiatan ini dilakukan untuk mewujudkan rasa cinta dan dedikasih kepada PSMP Mojokerto dan mengedukasi masyarakat Mojokerto untuk lebih mencintai sepak bola kotanya sendiri.

Setiap mural juga memiliki makna yang berbeda-beda sesuai tema yang digagas. Meskipun begitu, filosofinya sama: di mana pun kalian berada, di sana ada MP Loyalis 2001. Bahwasanya PSMP mojokerto juga layak di dukung oleh warganya sendiri. Kalau bukan kita siapa lagi? Sepak bola sudah menjadi identitas suatu Kota.

Untuk membuat satu mural dengan tulisan dan gambar, para anggota MP Loyalis 2001 ini saling bahu membahu dari segi perizinan (yang paling utama), dana dan peran dalam proses pembuatannya; mulai dari menggambar pola di tembok hingga pengecatan. Butuh 2 hingga 3 hari untuk memyelesaikan satu mural, tergantung tingkat kesulitannya. Biaya yang dibutuhkan untuk membuat satu mural sekitar 500-1jt rupiah untuk pembelian cat dan perlengkapan lainnya yang dibutuhkan. Selain dari hasil patungan, uang kas yang dikumpulkan para anggota MP Loyalis 2001 juga digunakan untuk kegiatan ini. Proses pengecatan mural dilakukan pada malam hari yang melibatkan 5 orang atau lebih.

Apakah ini sebuah kreativitas? Atau malah vandalisme yang harus diberantas? Yang pasti hal ini menjadi Psywar tersendiri bagi kelompok suporter sepak bola di Indonesia untuk lebih kreatif lagi, daripada corat-coret di dalam stadion dengan cat semprot yang biasanya provokatif dan sudah jelas merusak fasilitas umum. Lebih baik perang kreatifitas daripada tawuran sesama suporter sepak bola kan?. [was/aw]

COMMENTS

WORDPRESS: 2
DISQUS: 0