Respons Unggahan Khabib, Kimpembe Dianggap Dukung Jihad

HomeBerita Sepakbola

Respons Unggahan Khabib, Kimpembe Dianggap Dukung Jihad

Jakarta, Elkosongsiji Media - Pemain belakang Paris Saint-Germain Presnel Kimpembe dianggap mendukung jihad usai menyukai unggahan juara dunia kelas r

Kylian Mbappe bertemu idolanya
Bintang UFC dan Legenda MMA Dukung Khabib Kecam Macron
5 Fakta Usai Khabib Nurmagomedov Pensiun dari UFC
Jakarta, Elkosongsiji Media – Pemain belakang Paris Saint-Germain Presnel Kimpembe dianggap mendukung jihad usai menyukai unggahan juara dunia kelas ringan UFC Khabib Nurmagomedov yang mengecam Presiden Prancis Emmanuel Macron.Politikus Partai National Rally Jordan Bardella mendesak agar Presnel Kimpembe dicoret dari timnas Prancis karena menyukai unggahan Khabib Nurmagomedov.

Di mata Bardella, Kimpembe tidak saja semata-mata menyukai unggahan Khabib, tetapi juga mendukung jihad.

“Tidak ada lagi Prancis untuk Kimpembe, orang yang mendukung jihadisme di Instagram, yang tidak ingin dimintai pertanggungjawaban dan menganggap kami sebagai orang bodoh,” ujar Bardella melalui unggahan di Twitter dikutip dari Sports.ru.

Sebelumnya Khabib dua kali mengomentari soal Emmanuel Macron. Dimulai dari mengunggah foto wajah Macron yang terdapat cap sepatu, hingga menyebut pihak-pihak yang mendukung pembuatan karikatur Nabi Muhammad dengan dalih kebebasan berekspresi sebagai perbuatan menantang Allah.

[Gambas:Video CNN]

Unggahan kedua Khabib di Instagram itu yang disukai Kimpembe. Pemain 25 tahun itu pun akhirnya menuai kritik dari banyak pihak.

Meski demikian, Kimpembe juga memberikan respons lewat unggahan di Twitter setelah mendapat kritik tersebut.

Selain Kimpembe, sejumlah bintang sepak bola dunia lain seperti Karim Benzema, Miralem Pjanic, Mamadou Sakho, Tiemoue Bakayoko, hingga mantan bintang Manchester United David Beckham menyukai unggahan Khabib tersebut.”Saya bermain olahraga, bukan politik. Saya tidak berbahasa Rusia. Saya juga tidak bisa bahasa Rusia. Saya sangat mengutuk terorisme, semua bentuk kekerasan tanpa syarat, dan semua upaya manipulasi yang berbau busuk,” ucap Kimpembe.

(sry/ptr)